Hijrah

Notulensi Kajian Online Ust. Hanan Attaki 


 

Hijrah mempunyai makna meninggalkan hal yang tidak disukai Allah atau hal yang tidak bermanfaat menuju sesuatu yang lebih Allah sukai.

Pemaknaan hijrah diambil dari sejarah kisah hijrah kaum muhajirin pada zaman Nabi Muhammad. Itulah pertama kali istilah “Hijrah” itu ada.

Kisah tentang Hijrahnya kaum muhajirin menyimpan banyak sekali pelajaran. Pada saat itu kaum muhajrin sangat lemah, kelemahan kaum muhajirin tersebut dibantu oleh kaum Anshar. Kebaikan kaum Anshar pada saat itupun sampai-sampai di doakan rasulullah lho, wah ma syaa Allah ya 🙂 . Pada saat itu, rasulullah berdoa agar Allah dapat memberikan keberkahan pada kaum Anshar pada saat itu.

Mengapa? Kenapa sih Rasul sampai berdoa seperti itu?

Yap! Karena kebaikan kaum Anshar yang sampai-sampai mendahului kepentingannya demi kepentingan saudaranya (kaum muhajirin) yang berhijrah.

Ada poin penting dan pelajaran berharga dari kisah hijrah tersebut. Bahwa, terdapat kebaikan yang sangat besar apabila kita membantu saudara kita yang sedang berhijrah. Apabila ada seseorang yang mendapatkan hidayah melalui diri kita, in shaa Allah, kita akan kedapatan pahalanya.

Lha kok bisa?

Yuk kita simak sedikit Hadist Riwayat Muslim ini :

ah
Sumber : google.com

Dari hadist tersebut, nasihat dan ilmu yang kita berikan kepada sahabat atau teman kita hingga akhirnya berhijrah merupakan bahagian dari ilmu yang bermanfaat. Jadi, selama teman kita terus berbuat baik, atau bahkan lebih baik dari pada kita diawali karena hidayah Allah yang datang melalui kita, kita bisa kecipratan pahalanya.

Bahkan, tahukah kamu? Kisah tentang Abu Bakar, sahabat rasulullah? Rasulullah pernah bilang jikalau Abu Bakar itu ; lebih baik dari sahabatnya yang lain ( Umar, Utsman, Ali Dan lain-lain) padahal beliau tidak hafidz seperti sahabat rasulullah yang lain.

Kenapa? Kok bisa sih?

Sebab Abu bakar merupakan sahabat yang menjadi jalan hidayah Allah kepada para sahabatnya, salahsatunya adalah Utsman. :))

Terdapat suatu hadist yang berbunyi ;

“Man Dalla Ala khairin falahu mistlu ajri fa’alaihi”

Yang artinya ; Barangsiapa yang menunjukan jalan kebaikan kepada seseorang. Maka dia mendapatkan pahala seperti orang yang ditunjukkannya itu (HR. Muslim)

So, Apa sih pelajaran yang bisa diambil dari materi ini?

Hmmm.. singkatnya. Ketika kita merasa sudah mendapatkan ilmu, teruslah belajar kepada seseorang yang mungkin lebih pintar, lebih sholeh, ataupun lebih baik dari pada diri kita. Teruslah belajar, berhijrah. Setelah itu, teruskanlah ilmu dari apa yang telah kita dapatkan, jangan disimpan sendiri. Ilmu yang kita dapatkan tidak akan berbuah menjadi suatu kebaikan bila mana kita tidak meneruskan ilmu tersebut dan tidak menerapkannya. Percuma.

Jadilah ‘seorang muhajirin’, sekaligus ‘seorang Anshar’. Yakni, seorang yang senantiasa berhijrah, menjadi lebih baik, dan seorang yang senantiasa mau dan bersedia membantu orang lain yang berhijrah. Karena, disana terdapat kebaikan dimana, ketika kita membantu seseorang hingga akhirnya ia berbuat baik , disitu kita akan mendapatkan kebaikan pula dari apa yang dikerjakannya. 🙂

Semangat menjadi lebih baik yuk !

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s