Titip Salam

Materi Keputrian : 2017


Sebenarnya tidak ada yang salah dari menitipkan salam kita kepada orang lain. Wah, jelas bukan masalah. Apalagi kalau salamnya diniatka untuk menambah silaturahim, wah ini malah dianjurkan!

Tapi… bagaimana ya, kalau seseorang nitipkeun salam nya ke lawan jenis. Mungkin sebagian orang akan berpikir….

“Ya… salam aja, biasa aja kali”

Tapi bisa jadi, untuk sebagian yang lain berpikir

“Ih, malu masak sama lawan jenis saling menitipkan salam. Nitip salamnya sama Allah aja, sekalian doakan, semoga dia sehat-sehat. “Assalamualaikum”nya lewat Allah aja, kan lebih manis”

Kemudian banyak yang menimpali  “Alah, lebay ah, titip salam aja malu, pake perantara Allah -_-”

Ya, “Titip Salam”. Meskipun terdengar sederhana. Ini bisa jadi permasalahan hati untuk sebagian orang lho…

Eh, maksudnya permasalahan hati apa teh?

Ya… bagi beberapa orang. Titip salam itu sesuatu yang bikin semacam rasa “malu”, “ragu-ragu” dan “Takut”. Untuk menjelaskannya, juga agak meribetkan. Bagi mereka yang nggak biasa ‘plak-plok’ (red:sentuh sana, sentuh sini. Bicara sana-bicara sini dengan lawan jenis) pasti akan malu. Terlebih kalau salam atas nama individu, dan didasari sedikit rasa tidak biasa (red:suka)

Owalah… Kalau suka kan? Kalau engga?

Ya…buat beberapa orang. Bakalan tetep nggak mau asal titip salam. Mereka menganggap itu bagian dari izzah dan iffah.

Apaan itu?

Hmm.. apa ya? nanti deh aku belajar lagi untuk bisa banyak menjelaskannya, tapi pada intinya, izzah dan iffah itu artinya hmmm… kayak menjaga kehormatan diri. Semacam, ia menjaga kehormatan dirinya, agar ia terhindar dari fitnah. Hmm… kan bisa saja, orang ngiranya titip salam karena suka dan lain sebagainya. Nah, hal itulah yang dihindari. Singkatnya mereka enggan karena ingin jaga izzah dan iffah mereka, agar terhindar dari fitnah.

Ah lebay. Masak ada orang kaya gitu? 

Yeuh.. orang teh mah beda-beda. Tapi ada orang yang kaya gitu. Mereka punya cara ajaib sendiri untuk titip salam sama orang yang dia sukain gitu…

Hah? Cara ajaib?

Iya, cara ajaib. Lewat doa.

Adeuh mana nyampe… Mana denger ‘si dia’ nya=_=

Hahaha… ini bukan soal denger ga denger. Tapi… ya kembali lagi tadi untuk menjaga izzag dan iffah.

Eh, tapi romantis pisan ya, salamnya perantaranya doa kitu…

Wwkkwk Iya… cara uncommon. Bolela dicoba, biar sampenya juga dengan perantara yang istimewa. Percayain aja ku gusti Allah, yakali, nyiptain gunung, laut, alam semesta aja bisa, masa nyampein salam kita ga bisa.

Eh iyaya hahah…

NAH. Sekalian ajah berdoa biar ‘sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui’. Doa titip salam sekaligus “doa khusus” kamu ke ‘si dia’.

Doa khusus apa teh?

Fhuh.. banyak nanya, kayak operator aja lau=_=


Intinya, ada sebagian orang yang enggan menitipkan salam bukan karena dia itu sombong, sok dan lain sebagainya. Tapi, ya itu, karena malu, dan ingin menjaga izzah dan iffahnya. Hmm… gausah di bully, itu bukan sesuatu yang harus di bully kok. Mereka sebenarnya mau. Cuma ga kesampaian karena alasan tersebut. Mereka sebenarnya ingin. Tapi,…  ya begitu, kelihatan serbasalahnya kan?

Disamping hal tersebut, ada juga orang yang selow aja nitipin salam ke lawan jenis yang dia sukain. Karena menganggap “Ya, emang kenapa? kan gue suka” atau “Mumpung ada yang bisa nitipin salam nih” dan anggapan lainnya.

Salah nggak? Ya, nggak bisa disalahkan juga.

Tapi mungkin sedikit bisa diluruskan, bahwa benar, tidak ada yang salah dengan titip menitip salam selama masih berada di koridor agama. Maksudnya? Ya.. selama jatuhnya bukan salam yang aneh-aneh hingga menimbulkan syahwat, oke oke aja koookk.

Jangan sampe… Nitip salam kayak bikin surat : “Nitip salam ke Mas Sule yang terganteng dihati ana yaa, bilangin ke dia jangan lupa makan, mandi, nyuci piring, shampoan, sisiran terus pake pomade biar ganteng”

Plis. itu Lh3BhH4yY. =_=

Terakhir…

Orang begini, dan begitu itu karena lingkungan dan keluarga. Jangan lantas menganggap orang ‘yang begini’ aneh dan lain sebagainya. Setiap orang punya preferensinya masing-masing. Tapi yang harus digaris bawahi adalah, tindakan sekecil apapun yang kita lakukan kita upayakan harus sesuai dengan etika, etiket atau cara terbaik yang Allah sarankan ke kita. 🙂

Terkhusus untuk Akhwat.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s