Asertif

Materi perkuliahan asertif merupakan salah satu materi favorit saya saat mata kuliah pengembangan kepribadian dasar. Kenapa? Karena dalam mempelajari materi asertif ini, kita dapat mengetahui sikap yang seperti apa yang sebaiknya di tunjukkan ketika menghadapi kondisi atau situasi yang tidak mengenakkan. Contohnya; di mintai uang sama teman kita, sementara kita (sebenarnya) keberatan untuk memberikan uang tersebut hehe, Nah kita mau ngasih tau ke temen kita kalau kita nggak bisa ngasih uang ke dia dengan cara yang baik itu namanya asertif. Singkatnya, asertif itu penyampaian penolakan dengan cara yang ma’ruf, atau cara yang nggak menyakitkan di pendengar #ea.

Di materi Asertif ini kita juga akan mengetahui konsekuesnsi yang akan ditibulkan dari sikap yang sambil saat menghadapi situasi tertententu. Seru deh! ini salah satu materi favorit waktu kuliah yang applicable banget di kehiudpan sehari-hari. Dan in shaa allah, di postingan ini, aku pengen bagiin beberapa tips asertif buat temen-temen untuk menghadapi situasi yang mengharuskan kita asertif ke orang lain, sekalipun kita lagi gak bisa banget asertif sama ntu (red: itu) orang.

– Tips Asertif –

1. Jujur

Jujur sama diri sendiri. Kalau mau nolak, ya nolak sekalian. Jangan gantung, sebab, digantung itu ga enak. Kalau memang kita nggak srek mau minjemin, ambil sikap bahwa kita emang gak mau minjemin uang. Jangan setengah setengah. Kita ga mau minjemin, tapi kita bilangnya “Ntar deh ya, sebentar, lagi ada urusan” atau perkataan ngegantung lainnya untuk melakukan penolakan. Itu cuma bikin kita kepikiran, atau justru kita terjerembab melakukan sesuatu yang gak kita inginkan. Nih, misal kita udah terlanjur bilang “entar”, ya nanti kita bisa aja terus ditagihin. Kita akhirnya kayak dikejar-kejar padahal seharusnya kita yang udah dari awal menentukan sikap “mau”, atau “tidak” kitalah yang tentukan.

Sama juga kalau para akhwati-akhwati menerima lamaran #ea, “lanjutkan”, atau “berhenti” kalau cuma menggantung antara melanjutkan atau memberhentikan alias HTS cuma akan bikin dosa. Ya nggak? So, jujur sama keperluan diri sendiri dan menentukan ‘sikap kita saat di persimpangan pilihan’ itu perlu geng.

2. Pikirkan

Pikirin cara terbaik untuk menyampaikan. Kalau pada akhirnya kita nolak, pikirkan cara terbaik untuk menyampaikan. Jangan asal ngomong “Nggak” kemudian mengesampingkan cara kita menyampaikan. Bagi seorang muslim, gunakanlah penyampaian dengan cara yang baik, perkataan yang baik, dan sikap yang baik. Nolak boleh, nyinggung jangan, apalagi nyindir. Konsekuensi kesakitan hati (#halah) pasti akan ada, tapi yasudah yang penting penyampaian kita sudah baik. Sebab, asertif itu bukan berarti cara untuk nyenengin orang setelah penolakan itu ada. Paham kah maksudku?

Gini : Asertif itu berkaitan sama output kamu ke ‘orang itu’ dengan cara yang bener. Perkara dia sakit hati padahal kita udah berusaha menyampaikannya dengan cara yang ma’ruf itu beda urusan. Yang penting, kita udah jujur dan menyampaikannya dengan baik dengan memppertimbangkan perasaan ‘orang itu’. Get it? 🙂

3. Utarakan

Setelah di pikirin cara terbaik. Utarakanlah dengan cara yang baik pula. Pilih kata-kata yang tidak menyakitkan, apalagi kata-kata kotor. NO banget! Sampaikan penolakan kamu dengan alasan yang jujur. Jangan tiba-tiba nolak, tapi nggak ngasih alasan yang jelas. Alasan itu akan memperjelas penolakan itu sendiri. Sehingga, ‘orang itu’ tau dan ga terlalu sakit hati. Ga percaya? Coba kamu bayangin kalau kamu jadi ‘orang itu’ terus ditolak tanpa alasan yang jelas kenapa dia menolak. Gimana? Jleb kan? NAH. Kasih alasan yang logis dan jujur, supaya kitanya juga lega. Kalau bisa, kamu juga bisa nambahin saran ke ‘orang itu’ supaya dia bisa menyelesaikan masalahnya. Wah kalau bisa sampe ngasih saran sih, juara banget! In shaa Allah, dia nerimanya juga gak sakit-sakit banget, dia bisa jadi dapet pencerahan setelah dapet saran dari kita. Yakan? Bisa aja kan?

Sampaikanlah hal yang tidak mengenakan sekalipun dengan cara yang baik. Sebagaimana kita ingin menerima ucapan yang baik pula dari teman kita

Sekian! Semoga bermanfaat. Yang mau komen, sok atuh mangga, melon, strawbery (Maksudnya silahkeun….) 🙂

Wassalamualaikum^^

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s