Tips Presentasi yang Baik

Hai Gais, siapa sih yang nggak pernah presentasi? Mungkin jaman sekarang banyak banget ya tugas yang mewajibkan kita untuk presentasi (dan buat makalah). Untuk beberapa orang yang ga PD pasti bakalan milih jadi team makalah dibanding harus jadi team presentasi. Kalau aku sendiri lebih prefer jadi pemapar, soalnya biar sekalian latihan public speaking hehe. Dengan begitu, ke tidak PD an itu bisa kok tersamarkan, walaupun dihati masih ndredegser(red: deg-degan, yang tadi bahasa jawa hehe).

Biar presentasi kita makin kece, selain nyiapin ppt yang bagus, kita harus punya penampilan yang oke waktu presentasi, kalau bisa, pakai pakaian formal (bukan kaos), selain lebih enak diliat, lebih oke oce aja keliatannya–lebih sopan. Disamping itu, biar makin cetar lagi, kuasai materi yang bakal kamu presentasiin, jadi, kamu ga bakal terlalu grogi atau kikuk di depan kelas/panggung 🙂

NAH, ini ada beberapa tips dari aku supaya presentasimu makin oke ocreng, yuk disimak, dicatet juga bole, apalagi di share hehe…

1. Siapkan Materi Sebaik Mungkin

Siapin materi yang relevan sama tugas atau pembahasan yang sedang dibahas. Jangan sampe salah bikin materi, bisa kelabakan nantinya. Siapin materi, bagusnya sih satu atau-dua pekan sebelum presentasi, menjelang hari pas mau presentasi jangan lupa catet poin penting di buku catatan kamu biar mempermudah kamu untuk membaca dan mengingat tiap poin yang pengen kamu jelasin ke audiens kamu 🙂

Saat pembuatan materi di ppt pastikan, ga ada yang typo atau ada paragraf yang ilang. Hal itu bisa bikin kamu kagok (red:terdiam seketika) ketika kamu presentasi dan malah bikin kamu bingung sendiri. Ppt yang dibuat usahain juga enak diliat baik desain, perpaduan warna, jenis font, ukuran font, maupun fill materi tiap slidenya. Usahakan, materi atau konten yang dimuat dalam satu slide presentasi tidak terlalu full atau terlalu longgar agar enak dilihat. Perhatikan juga ya geng saat pemilihan warna untuk background, pilih background terang dengan warna font gelap begitupun sebaliknya. Perhatikan juga ukuran fontnya, saran aku minimal 14-16 pt itu udah cukup kok, untuk jenis font jangan pakai jenis font yang belibet (red:ribet), pakai jenis font yang mudah dibaca. Saranku bisa pakai comic sains atau arial, kalau favoritku untuk headline biasanya pakai aharoni dan untuk content pakai arial. But, terserah kamu untuk eksekusinya, yang jelas, alangkah lebih kecenya, antara headlines dan content beda jenis font, biar ada pembedanya gidu hehe..

2. Datang Tepat Waktu

Yap! Materi beres. Persiapan oke. INGET! datang tepat waktu geng. Jangan telat soalnya bisa bikin kita panik setengan is death, hehe. Sediakan waktu 15 menit sebelum persentasi untuk pemanasan, bisa diisi dengan baca ulang materi atau relax. NAH, kalo telat ‘kan kita bakalan bikin panik sendiri dan malah bikin kita grogi sendiri. Kalau udah gitu, materi yang udah kita susun bisa menguap aja dari otak, gak totalitas deh hasilnya:(

3. Perhatikan presenter

Kalau wan kawan bakalan presentasi diacara kayak seminar gitu, perhatikan presenter atau moderatornya, biar ga bingung kalau tetiba(red:tiba2) si presenter atau si momod(red:moderator) nanya pertanyaan basa-basi, misalnya : “Kak, tadi macet ga?” dan pertanyaan basbasi lainnya. Nah kalo lagi di kelas, tentunya, perhatikan audiensnya dan sang dosen saat memberikan komando mulai atau berhenti. Jadi jangan nyerocos(red: ngomong sendiri/asik sendiri) aja di depan kelas. Tetap maksimalkan komunikasi bolak-balik dengan bahasa tubuh yang tepat dan baik.

4. Perhatikan Volume Suara

Hal yang perlu di perhatikan juga adalah, volume suara kita saat persentasi. Jangan sampe, kita persentasi ngomong sama satu kelas, tapi suara kita pelan banget kayak ‘bisik-bisik tetangga’. Kalau perlu, minum dulu biar ga seret hehe. Volume suara saat persentasi yang ideal adalah terdengar baik oleh seluruh audien. Jadi… teman-teman nggak bisik-bisik tapi juga nggak teriak teriak ya… 😀

5. Variasi intonasi dan penekanan

Gunakan intonasi dan penekanan pada saat mempresentasikan materi. Agar presentasi tidak menjadi flat, dengan begitu audiens kita tidak akan jenuh mendengarkan pemaparan kita. Penekanan bisa dilakukan pada topik yang menarik, sehingga audiens akan melihat atau memberikan atensinya kepada kita saat menyampaikan materi.

6. Gunakan waktu se-efesien mungkin

Sampaikan hal yang ingin disampaikan, atau hal-hal mendukung lainnya dari topik utama yang akan kita sampaikan. Gunakan waktu sebaik mungkin dengan ‘jatah’ waktu yang diberikan. Jangan terlalu lama ataupun menyisakan waktu. Saat latihan, kamu bisa gunakan timer untuk menghitung lama presentasi kamu agar kamu dapat mengetahui berapa waktu yang dibutuhkan untuk menyampaikakn materimu. Kamu bisa juga bisa membagi waktu berdasarkan poin-poin yang akan kamu sampaikan, dengan begitu, kamu akan mengetahui “berapa lama sih gue harus ngejelasin poin ini ke audiens?”. Dengan begitu presentasi menjadi efektif dan efesien. IOA geng, kalau presentasi yang kamu bawa lebih dari 20 menit maka 15 menit pertama adalah 15 menit yang urgen lho, kenapa? di 15 menit pertama kamu bisa mengukur apakah kamu bisa ‘membawa’ audien ke materi yang kamu udah buat apa engga. Kalau di 15 menit pertama kali audien udah ga kasih atensi ke kamu, ini bisa ngegambarain bahwa penampilan kamu membosankan. Kalau udah begini, kamu bakal panik sendiri, grogi sendiri atau males sendiri sama presentasi kamu. Padahal disadari atau tidak, itu sebenarnya salah kita sendiri yang tidak bisa memanage penampilan kita untuk bisa jadi powerfull *yeah*

7. Jangan buat gerakan yang tidak perlu

Jangan buat gerakan yang aneh atau nggak penting geng. Gerakan yang gak penting yang terus diulang selama presentasi pertanda seseorang sedang grogi lho. Maksudnya gerakan diulang itu seperti ini geng, Misalkan :

Saat lala sedang persentasi, ia memasukan dan mengeluarkan tangannya dalam kantong.

Nah, pokoknya gerakan repetitif lainnya. Tapi sayangnya, gerakan repetitif pertanda grogi itu seringkali ga disadarin geng, uncontrol. Solusi yang bisa dilakukan yaaa melatih diri untuk nggak grogi, dengan latihan untuk menguasai materi yang bakalan kita sampaikan, kita juga bisa minta temen kita untuk melihat penampilan kita waktu presentasi, sehingga, kita bisa mmengatur dan berlatih menguasai ‘sikap panggung’ kita saat presentasi di depan audien.

8. Jangan Baca Semua PPT

Saat presentasi usahakan jangan membaca semua materi atau bahan yang kamu show ke audien. Kalau kita baca sih namanya bukan presentasi ya, tapi ngedongeng hihihi. Solusinya biar ga baca semua materi yang ditampilkakan, kita bisa membuat poin-poin dalam buku catatan yang kita bawa (bisa dalam bentuk selembar atau dua lembar kertas) ATAU menguasai materi dengan cara memahami, dan menampilkan ppt dalam bentuk poin-poin. Kelebihan cara kedua, PPT terlihat lebih ringkes dan enak diliat, audien juga bisa memperhatikan apa yang kamu sampaikan. Tapi, kelemahannya, kalau kita nggak bisa nguasain bahan, kita akan jadi grogi sendiri karena atensi audien full ngelihat kita karena ppt kita hanya dalam bentuk per-poin. NAH itu pilihan kamu, sebab kamu yang bisa ngatur bagaimana kamu ingin mengemas presentasi kamu 🙂

9. Catat pertanyaan dengan baik

Kalau teman-teman dapat job untuk jadi pembicara dan bisa presentasi di depan audiens, meskipun kakak panitianya sudah bantu mencatat pertanyaan buat diajuin ke kamu, kamu juga boleh banget kok nyatet pertanyaan audien kamu. Kenapa? secara nggak langusng, sebenarnya itu ngegambarin sejauh mana kamu juga mau diperhatiin sama audiens kamu. Itu optional, jikalau kamu jadi pembicara di acara semi formal. karena, nggak mungkin juga kan kamu nanya balik   semua pertanyaan yang udah ditampung di sesi pertanyaan. But, kalo kamu punya ingetan yang badhay(red: kuat) boleh juga nggak nyatet. Jadi kembali lagi ya, ngelihat kebutuhan kamu. Kalau kamu merasa bisa nginget semua pertanyaan yang masuk tanpa nanya balik its okey kamu ga usah nyatet, tapi kalau sekiranya nttar bisa lupa, lebih baik catat pertanyaan audien kamu hehe

10. Jawab to the point

Jawab pertanyaan yang masuk ke kamu dengan to the point. Jangan ngelantur ngomong kesana kemari. Karena itu bakalan bikin audiens kamu bosen ngedenger jawaban kamu. Tapi, kamu boleh banget kok menjelaskan latar belakang, atau memberikan contoh simple untuk menjawab pertanyaan audien kamu untuk dapat mudah dipahami si audi(ens). ‘Ngomong ngelantur’ sama menjelaskan latar belakang/menceritakan contoh simple itu berbeda ya, jangan disamakan. Kalau ngomong ngelantur itu, kamu menjelaskan sesuatu yang nggak relevan atau nggak ada hubungannya dengan pertanyaan. Nah kalau contoh simple itu lebih kepada kamu menjawab pertanyaan audien dengan cara yang lebih dapat dipahami. Dengan begitu, audien kamu….. bakal manggut-manggut hehe

TIPS CETAR MEMBAHANA!

“Hmm..gimana ya cara ngilangin grogi saat menyampaikan presentasi. Misal nih, kita sering ngomong “ee…eeee….eeee” berkaliii-kali 😦 . Soalnya kaya gitu kan termasuk ke grogi uncontrol, ya… kita ga sadar kalau kita ngomong “eee..ee…eee”. Apa solusinya ya?”

Cara pertama, ngilangin (atau mentreatment sih lebih tepatnya) untuk permasalahan diatas adalah dengan latihan menyebutkan sebanyak banyaknya kosa kata. JADI, kamu ngomong/nyebutin sebanyak-banyaknya kosa kata yang kamu tahu (apa aja bebas) selama 2 menit, tanpa berhenti, dan nggak ngomong “eee…”.

Cara kedua adalah, TENANG. Dan kalau hampir atau mau ngomong “eee…” kamu ganti dengan “diam”. Ya, diem. Diamnya itu diam mikir. Bukan diam bengong ya… Gunakan waktu “diam sesaat” kamu untuk ambil nafas, dan mikir apa yang kamu sampaikan. Gestur yang bisa dilakukan adalah menoleh ke ppt atau layar presentasi, jadi sikap “diam” (yang sebenernya grogi) kamu nggak akan kelihatan. Audiens bakal ngelihat itu sebagai jeda presentasi, buka pertanda grogi. NAHitu dia 2 tips yang In shaa allah bisa jadi treatmen grogi kamu gengss….

Sebagai penutup sesi sharing ini. Inti dari presentasi itu sendiri adalah persiapan dan penampilan. Persiapan yang bagus tapi penampilan NOL besar nggak akan bisa buat materi yang kamu sajikan dapat dipahami audiens, begitupun sebaliknya. Persiapan dan penampilan pada saat presentasi itu ibarat suami dan istri yang nggak bisa dipisahkan dan saling membutuhkan supaya presentasi yang ditampilkan menjadi cocok dan serasi. *duileh baper…kwkwk”.

Presentasi adalah seni untuk menyampaikan dan keterampilan untuk membawa audiens menyelami apa yang sedang kita sampaikan. Do Good, and take action!

Semoga bermanfaat, dan sampai jumpa lagi di postingan kece lainnya!

Wassalamualaikum Warohmatullah^^

presentasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s